Blognya si Ambu

Thursday, November 08, 2007

PERSIB - PERSEMA ricuh

Ada apa dengan PERSIB - PERSEMA U-23?

Kemarin waktu ada acara di rumah, waktu halalbihalal Forum HPI/Milis IHP, sedikit kita ngomong PERSIB, dan karena ada orang Malang kita ngomongin PERSEMA, lawan PERSIB selanjutnya waktu itu. Tapi Ireth wajahnya kaya' nggak seneng, nggak seperti kalau ngomongin AREMA.

Katanya, PERSEMA itu nggak gitu disukai di Malang, nggak seperti AREMA yang banyak banget pendukungnya, fanatik lagi.

Apa PERSEMA salah bentuk ya? Mungkin harusnya dibentuk sasana tinju, malah dibikin kesebelasan, jadi aja ...

*****

Tadi ada pertanyaan tentang nasi cepat basi di Surat Pembaca PR, dan Ambu jadi inget yang pernah dibaca di milis jalansutra:

Akhirnya thread ini nyentuh-nyentuh masalah perberasan juga. Nah,kebetulan salah satu klien biro iklan tempat saya mencari makanadalah produsen beras (berasnya mahal, gampang ditemui di hypermarket, tapi gak usah disebutin mereknya, ya). Dan dari bapak siempunya perusahaan ini kami dapet masukan bahwa proses produksi beras di pabrik inilah yang akan membedakan kualitas akhir dari nasi yang kita makan.

Katanya, setelah disosoh, digiling, dicuci dan seabrek proses lainnya, beras pun siap dimasukkan ke dalam kemasan. Setelah semua proses ini--dimana beras masih dalam keadaan hangat suam-suam kuku--beras seharusnya didinginkan dulu sebelum dikemas. Tapi, sayangnya di Indonesia belum ada yang punya proses pendinginan ini (CMIIW).

Maka dari itu, kalau kita sempet mengintip beras di kemasan, ada warna bercak agak putih susu (selain warna asli beras yang putih bening) yang ada di setiap butir beras. Warna putih yang opacity-nya lebih besar ini adalah akibat uap air yang nggak bisa ke mana-mana (karena langsung dikemas dalam plastik) dan akhirnya nempel di berasnya itu sendiri. Beras-beras dengan banyak bercak seperti ini, kata klien kami, paling baik dikonsumsi (baca: harus habis) dalam waktu 4 minggu setelah ia dibeli. Dan setelah dimasak, katanya lagi, harus cepat dihabiskan karena nggak begitu tahan lama. Apakah ini berhubungan juga dengan proses pencucian beras sebelum dimasak, saya juga nggak tahu pasti (nanti bisa saya tanyain deh).

Mungkin ini yang jadi penyebabnya? Karena beras sekarang memang cepat basi kalau ditaruh dalam rice-cooker/warmer

*****

Di Sekitar Kita, suplemen Cakrawala, Pikiran Rakyat hari ini ada artikel kecil:

Penyebab Payudara Mengendur

Banyak ibu yang tidak mau menyusui anaknya karena alasan takut payudaranya rusak atau mengendur. Akan tetapi, hal itu dibantah para ahli bedah plastik di Amerika Serikat yang meneliti penyebab payudara mengendur. Ternyata payudara mengendur bukan disebabkan kegiatan menyusui yang dilakukan seorang wanita terhadap bayinya, melainkan tergantung frekuensi kehamilan sang ibu. Penelitian ini dilakukan karena banyak wanita yang mempermasalahkan kegiatan menyusui bayi. "Kebanyakan dari para ibu jarang menyusui buah hatinya hanya karena mereka takut payudaranya tidak indah lagi," ujar Brian Rinker, ahli bedah plastik Universitas Kentucky, AS. Penelitian tersebut juga mengevaluasi sejarah kesehatan, body mass index, ukuran BH sebelum melahirkan, dan status merokok. Hasilnya, tidak ada perbedaan tingkat pengenduran antara payudara wanita menyusui dan yang tidak. Faktor utama yang memengaruhi pengeduran payudara lebih dikarenakan usia, status merokok, dan frekuensi kehamilan. Wanita perokok akan mengalami pengenduran payudara karena saat ia merokok maka zat dalam rokok akan menghancurkan protein dalam kulit yang biasa disebut elastin. (livescience/sri)***

Nah! Baca tuh! Ga ada payudara mengendur karena menyusui!

*****

Euh! Presiden mau diundang ke Pra-Piala Dunia!

panpel telah mengundang Presiden SBY untuk bisa menyaksikan pertandingan ini, yang akan berlangsung pukul 19.30 WIB.

Jangan! Seperti biasa, kalau ditonton Presiden, suka kalah! Hihi ..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home