Blognya si Ambu

Saturday, August 20, 2005

Klan Otori dan Imperia

Ambu baca ini:

Ketika sampai di tepi sungai, kami membaringkan Shigeru di rerumputan. Kenji lalu membukakan kain penutup kepala dan menyeka air di wajah Shigeru.

“Maafkan aku, Shigeru,” kata Kenji.

Lord Shigeru hanya tersenyum, tidak bicara. Setelah mengumpulkan kekuatan, dia membisikkan namaku.

“Aku di sini.”

“Kau menyimpan Jato?”

“Ya, Lord Shigeru.”

“Gunakan Jato sekarang. Bawalah kepalaku ke Terayama dan kuburkan aku di sisi makam Takeshi.” Dia berhenti bicara saat getaran rasa sakit menyapu seluruh tubuhnya, kemudian dia berkata, “Dan bawa kepala Iida kepadaku di sana.”

Saat Kenji membantunya duduk, Shigeru berkata lirih, “Takeo tak pernah membuatku kecewa.” Aku menarik Jato dari sarung. Shigeru meregangkan lehernya dan menggumamkan beberapa kata: doa orang Hidden menjelang ajal, lalu dia menyebut nama Sang Pencerah. Aku pun berdoa semoga aku tak membuatnya kecewa. Malam ini jauh lebih gelap dibanding saat Jato ada di tangannya ketika menyelamatkan diriku di Mino.

Kuangkat Jato, pergelangan tanganku terasa sakit, dan memohon maaf pada Shigeru. Pedang ular ini melompat dan menggigit saat terakhir kali mengabdi pada tuannya, dia membebaskan tuannya ke dunia yang berikutnya.

Malam begitu hening. Semburan darahnya begitu dahsyat. Kami mencuci kepala Shigeru di sungai, lalu membungkusnya, di matanya tidak nampak rasa sedih atau pun menyesal.
[Kisah Klan Otori I: Across the Nightingale Floor, hlm 333-334]

Takeo diselamatkan hidupnya oleh Shigeru, dan pada saatnya, Shigeru meminta Takeo membunuh dirinya.

Ingat apa? Ingat HP & HBP. Saat murid diminta membunuh mentor-nya, satu-satunya orang yang mempercayainya…

Beda kebudayaan sih, ya. Dalam cerita belakangan ini, murid membunuh guru untuk alasan kehormatan atau alasan-alasan lain, dianggap wajar…

*****

Imperia.

Kekaisaran? Atau apa sih? Mulanya Ambu bingung mikir arti kata ini.

Ternyata nama patung, di Konstanz, Jerman (celingukan cari Jo, di sebelah mana sih Konstanz itu? Hihi..) Seperti ini: Image hosted by Photobucket.com

Hampir mirip dengan Dewi Keadilan, yang di tangannya memegang mizan, timbangan. Sedang ini, digambarkan Imperia memangku Raja Sigismund di telapak tangan kanan, dan Paus Martinus V di tangan kiri. Simbolis dari kekuasaan seorang pelacur, di tangan kanan negara dan di tangan kiri agama…

Novel Akmal Nasery Basral, Imperia, ini memang seru! Baca deh! Nggak kurang kalau Ambu bilang Imperia ini versi lokal dari DaVinci Code.. Memang nggak akan menimbulkan kontroversi seperti DVC, tapi seru banget.. Oya, sebelum baca, Ambu tanya dulu, berapa umurmu? Hehe.. soalnya novel ini mestinya diberi label “Untuk 21 Tahun Ke Atas!”

0 Comments:

Post a Comment

<< Home