Blognya si Ambu

Tuesday, May 14, 2013

Kucing Pustaka

Ditulis untuk diikutsertakan pada kuis twitter @cinnamoncherry

KUCING PUSTAKA


Jangan berkedip. Jangan berkedip. Jangan berkedip. Jang~ aaaah!

Tidak sampai satu menit juga dia sudah berkedip!

Tidak seru! Tidak seperti korban-korban lain yang dibawa ke mari, melihat rungan yang penuh dengan buku hingga melotot tak berkedip sampai berhari-hari~~oke, itu lebay sekali. Pokoknya, korban kali ini tidak seru!

Ah, sudahlah. Lebih baik aku meneruskan pekerjaanku sehari-hari, bergelung melingkar dan memejamkan mata. Nikmatnya dunia--

--tapi--

"Beneran ini buku koleksi kamu semua?" korban ini maju dari lokasinya, melihat-lihat ke sana ke mari. Suaranya merdu, empuk. Mungkin cantik. Tapi belum kulihat, kan aku masih memejamkan mata...

"Tentu. Makanya kau kubawa ke mari. Mungkin ada buku yang belum kau baca, atau buku yang ingin kau baca dan belum punya--"

Nah. Mulai lagi deh. Rayuannya seperti itu, dari hari ke hari. Dengan korban yang berbeda.

Tapi sepertinya, dari nada suaranya, korban kali ini tidak terbuai dengan rayuan pemuda di hadapannya! Ada nada tak percaya dalam kalimat-kalimatnya! Ha! Mungkin kali ini si pemuda kena batunya?

Jadi sambil memejamkan mata, aku menajamkan telinga.

"Jadi, kamu bebas ke sini kapan pun kamu mau. Bilang saja pada pak satpam di depan, nanti akan dibukakan ruangannya. Untuk itulah perpustakaan ini diletakkan terpisah dari rumah ini--"

Tapi si korban tidak menjawab. Kubuka mataku sedikit untuk melihat apa yang sedang dilakukannya.

Ia sedang memperhatikan susunan buku di sebuah rak.

Lalu berpindah ke rak lain. Pindah lagi. Lagi.

Hm. Tidak seperti korban-korban lain yang langsung memilih salah satu buku, lalu duduk di salah satu sofa, membuka-buka bukunya, membacanya, dan tak sadar bahwa si pemuda menutup dan mengunci perpustakaan, lalu si pemuda memberinya minuman, lalu si korban tak sadarkan diri, lalu-lalu-lalu-lalu, korban ini malah mengerutkan kening di depan sebuah rak.

"Kau sebenarnya tidak suka membaca, ya?" nadanya menuduh.

"Ke-kenapa kau bilang begitu?"

Ha! Rupanya si korban tak begitu mudah ditipu. Mataku benar-benar terbuka sekarang, mengamati apa yang terjadi.

"Tiap kali aku membeli buku, akan kuusahakan membacanya sampai selesai. Ada tumpukan buku yang belum kubaca, masih bersegel, tapi kuletakkan terpisah. Dan satu-demi-satu tentu saja akan kubaca--"

Si gadis aka calon korban itu menarik sebuah buku, masih bersegel plastik, tapi bagian atasnya sudah berdebu--dan menyeringai.

"Tadinya kukira buku ini bersampul plastik, tapi setelah kudekati, ternyata plastik segel. Belum dibuka segelnya. Dan ada banyak buku seperti ini di rak-rak lainnya," tubuhnya berputar, tangannya direntangkan, menunjuk pada rak-rak di sekitarnya. "Dengan demikian, kau tidak membeli dan mengoleksi buku untuk dibaca!"

Saatnya sudah tiba!

"Jadi, sekarang kau tinggal menyerahkan diri saja, pelaku perkosaan berantai!" sahut si gadis, sekilas tangannya masuk ke dalam tas dan mengeluarkan pistol--

Si pemuda refleks menarik kursi di hadapannya dan melemparkan pada si gadis--luput--dan berlari menuju pintu.

Saatnya Memeng Belang beraksi!

Aku melompat ke arah si pemuda, dia kalut dan mempercepat larinya, tetapi aku cepat menempatkan diri di depan salah satu kakinya--

--dan dia tersandung, jatuh tertelungkup.

Tak sempat ia bangun, si gadis sudah mendekatinya, mengeluarkan borgol, menarik kedua tangan si pemuda ke punggung dan memborgolnya.

"Thanks, Memeng!" sahut si gadis, mengedipkan mata padaku.

"Meooong!" sahutku.

Dalam hitungan detik, beberapa orang berseragam polisi masuk ke rumah ini, menuju perpustakaan ini, dan membawa si pemuda pergi.

Gadis itu mendekatiku lagi. Menggaruk-garuk belakang telingaku. "Kucing yang pintar! Punya siapa dia ya?"

Tapi aku tak peduli aku punya siapa. Berjalan kembali ke sofa, aku mencari posisi enak lagi seperti tadi. Bergelung meringkuk, aku meneruskan tidurku yang terganggu barusan.

Baguslah kalau si pemuda itu ditangkap. Dengan demikian, tak akan ada lagi yang mengganggu tidurku di sini.

Krrrr. Krrrr. Krrrr.

FIN



Ehehe. Cerita ga jelas begini XD Tiba-tiba saja muncul di kepala, dan terus menari-nari minta diketik XD

Untuk turut meramaikan kuis #nulisyuk. Cuma meramaikan saja, syukur-syukur bisa menang XDD

0 Comments:

Post a Comment

<< Home