Blognya si Ambu

Tuesday, January 29, 2013

Bobo sendiri-sendiri

Biasanya anak-anak kucing itu bobonya tumpukan. Biar anget gitu. Tapi, ini kejadian tadi pagi. Cuma sebentar sih, soalnya abis itu nenen, dan kembali bobo tumpukan XDD

Abis makan nasi+pindang tongkol seperti biasa. Miming makan, dan anak-anak belajar makan. Makan sambil ribut (bahasa Sundanya: ngosom. Itu, kalo orang ngomong sambil ada makanan di mulut XD)

Setelahnya...

 
Si Lipet bobo di keset

 
Si Preman bobo di keranjang

 
Si Baka bobo di atas dus

 
Si Panik bobo di keranjang satunya lagi

 
Dan Miming membersihkan sisa-sisa makanan yang belum dihabisin. Biasa, #baladaemakemak XD
 
 

Wednesday, January 23, 2013

[And Then There Were More] Lucy Eyelesbarrow

Ditulis untuk mengikuti Blog Event: The Labours of Grey Cells kategori karakter favorit

 
Mencari gambar filmnya, ingin tahu seperti apa Lucy Eyelesbarrow digambarkan


Pertama kali mengenal Agatha Christie itu, waktu SMA. Lupa kapan, sekitaran 1984-1987. Sekali baca, langsung kepincut. Dan, khusus untuk buku-buku Agatha Christie, kebiasaan Ambu saat buku, tidak berlaku. Terutama untuk buku-buku yang agak-agak membosankan. Apa coba? Yep, mengintip halaman terakhir! Kepo, ingin tahu akhirnya.

Khusus untuk Agatha Christie, ini tidak berlaku. Pertama, ceritanya tidak ada yang membosankan. Mengalir begitu saja, tau-tau abis aja. Nggak sempet ngintip halaman terakhir, tau-tau sudah sampai saja di halaman terakhir! Kedua, ya penasaran aja. Nggak malu untuk mengakui: sampai sekarang dari sekian banyak buku Agatha Christie yang saya baca, tidak ada satupun yang tebakan pertama mengenai pelakunya, benar. Selalu saja meleset! Tapi, ya itu, setiap baca buku Agatha Christie yang baru, begitu mulai beberapa halaman--atau beberapa bab--menetapkan kira-kira pelakunya X, dan begitu sampai di akhir, ternyata bukan. Hihi.

Begitu juga waktu baca Kereta 4.50 dari Paddington. Lupa sih, siapa yang saya tebak sebagai pelakunya, tetapi yang utama, selama membaca, saya juga terus-terusan berdoa semoga bukan Lucy Eyelesbarrow! Ada kan, beberapa judul di mana tokoh yang kita pikir baik-baik, ternyata justru dia pelaku pembunuhannya! Bukan Lucy, bukan Lucy, bukan Lucy, begitu kira-kira saya berharap.

Entah kenapa, saya jatuh hati pada Lucy! Perkenalan dengannya saja sudah membuat jatuh hati:

Di kalangan tertentu, nama Lucy Eyelesbarrow sudah tak asing lagi.

Lucy Eyelesbarrow berusia tigapuluh dua. Semasa kuliah di Oxford, ia selalu nomor satu di bidang matematik. Orang mengagumi otaknya yang brilyan dan diam-diam mengharapkan dia akan mengukir karier hebat di bidang akademik.

Tetapi Lucy Eyelesbarrow, selain cemerlang di bidang akademik, ternyata juga cukup punya akal sehat. Dilihatnya kehidupan akademik tidak mendapat penghargaan yang sepantasnya. Ia tak berminat mengajar dan lebih suka berurusan dengan orang-orang bodoh yang otaknya sama sekali tidak cemerlang. Pendek kata, ia suka bergaul dengan manusia, segala macam manusia--dan bukan orang yang sama terus-menerus. Terus terang, ia juga suka uang. Untuk mendapat uang, orang harus memanfaatkan kebutuhan.

Maka segera saja Lucy Eyelesbarrow menemukan kebutuhan yang amat serius--kebutuhan akan tenaga pembantu rumah tangga yang terampil di segala bidang. [...] Sudah jamak para istri berkata dengan ceria kepada suami mereka: "Beres. Aku bisa ikut kau ke Amerika. Aku sudah punya Lucy Eyelesbarrow!" [hlm 46-47]
 

Yaps, dia pembantu rumah tangga! Dan Miss Marple memerlukannya untuk masuk ke Rutherford Hall, rumah yang Miss Marple curigai sebagai penyimpan mayat yang dilempar dari kereta 4.50 dari Paddington. Dan Lucy menerima tugasnya karena dia suka pada Miss Marple!

Suka sekali membaca deskripsi Agatha tentang saat Lucy bekerja. Terutama saat sedang menyiapkan makanan. Bagaimana dia bertindak dalam rumah, bagaimana dia bersikap. Waktu makanan yang ia siapkan disebut beracun, udah deg-degan aja, jangan sampai memang dia pembunuh--yang seterusnya, bukan yang pertama, karena yang pertama itu sudah jelas dilihat Elspeth McGillicudy sebagai laki-laki berambut hitam. Er... walau kemungkinan penyamaran ada aja sih XD

Suka dengan interaksinya dengan dua anak muda, Alexander Eastley dan James Stoddart-West. Suka juga interaksinya dengan ayah dari Alexander, Bryan Eastley.

Satu hal yang saya sukai dari penulisan Lucy di sini adalah, dia punya banyak hal yang bisa membuatnya jadi Mary Sue, tetapi Agatha Christie pandai meramu kata untuk membuatnya menjadi sangat menyenangkan. Biasanya kalau tokoh dengan ciri-ciri Mary Sue muncul, bawaannya jadi sebel aja!

Lalu, apakah benar kemungkinan Lucy yang menjadi pembunuhnya?

"Bagaimana dengan Lucy Eyelesbarrow? Lonceng pernikahan juga?"

"Mungkin," kata Miss Marple, "saya takkan heran."

"Yang mana yang akan dipilihnya?" tanya Dermot Craddock.

"Anda tak tahu?" balas Miss Marple.

"Tidak," kata Craddock. "Anda tahu?"

"Oh ya, saya kira saya tahu," kata Miss Marple.

Dan matanya berbinar menatap [SPOILER]
 

 Hihi. Selamat membaca, mudah-mudahan Lucy menjadi favoritmu juga XD

Tuesday, January 15, 2013

Ulang Bulan ke-1

Konon katanya ibu kucing yang baru melahirkan suka memindah-mindahkan tempat anaknya, malah ada yang bilang, sampai 7 kali. Waktu Miming melahirkan kemarin, dengan kardus yang sudah dibuat senyaman mungkin, tempat makanan dan minuman yang deket, sepertinya nggak bakal deh dia pindah.

Apalagi, udah banyak sih kebiasaan kucing-kucing jaman dahulu yang udah ga dilakukan lagi, seperti: takut pada sapu, takut api, kalau mau tidur berputar dulu 3x agar alas tidurnya empuk (yakali, dulu kan alas tidurnya daun-daun kering, sekarang mah kan alasnya udah empuk).

Ternyata, saat anak-anaknya berumur 15 hari, eh, dibawa pindah juga. Arahnya sih ke genteng rumah tetangga. Huweee! Iya sih, Miming masih pulang untuk makan, tapi dia kan ibu yang bertanggung jawab (cie) lebih mentingin ngasih ASIK daripada perut sendiri. Jadilah, tiap kali dia pulang untuk makan, ambu usap-usap sambil bisikin: Ming, bawa lagi anak-anakmu pulang dong, Ming, kalo gini kan jauh dari tempat makanan...

DAN ... kemarin siang ternyata mereka kembali! Miming bawain satu-satu lagi anaknya, kembali ke keranjang. Ih, udah berat gitu, sampai deg-degan liat Miming turun dari tembok gigit satu-satu! Sepertinya dikit lagi aja lepas deh, dan bisa aja terjatuh saat masih di atas tembok, di atas selokan yang memisahkan genteng tetangga dengan halaman rumahku! Alhamdulillah ternyata selamat semuanya! Cuma, lusuh! Pengen deh masukin semuanya ke dalam ember air plus sabun, hihi. Iyasih, kan tinggal di bawah wuwungan (apa sih bahasa Indonesianya, ruangan di bawah genteng, di eternit gitu...)

Tapi setelah semua terkumpul dengan selamat (tadinya deg-degan saat Miming berhenti bawa anak saat baru 2 ekor, lalu saat 3 ekor, kepikirnya: yah, sisanya mati dong? Ternyata dia cuma capek dan melepas lelah dulu XD) Miming langsung kasih nenen dan menjilati semuanya dari atas ke bawah, dibolak-balik gitu! Bersih lagi semuanya, mengkilap, lucu-lucuuuuu!

Pas dideketin, 3 dari mereka langsung sembunyi di tumpukan kardus. Cuma nggak takut-takut banget sih. Apalagi, saat yang seekor ditangkep, trus dia mengiung minta tolong sama mama Miming, mama Miming-nya cuek. Ditangkep sama majikan sih biarin aja, mungkin itu pikirannya XD Jadi, lama kelamaan sih udah nggak gitu takut.

Kecuali yang satu, yang item dengan buntut kelipet. Dari awal dia udah ga takut! Saat mereka lgi main-main di bale-bale, dan yang item satu lagi terlalu ke pinggir, jatuh deh keceplos di pinggiran bale-bale. Ambu tolong deh, angkat dia, kembaliin ke tempat mereka main. Dan... si item buntut kelipet ini liat. Dia memandang dengan rasa pengen tau. Pergi ke pinggir bale-bale. Melihat tempat sodaranya jatuh. Trus liat ambu. Liat lagi tempat jatuh. Iiiih, rasa ingin tahu yang terlihat di matanya itu! Sepertinya, kalau kita ngerti keinginannya, mungkin dia pengen bilang: 'aku juga pengen dong jatuh ke situ trus ditolong' hihi...

Ini saat sodara-sodaranya sembunyi di balik dus, dia cuek aja, malah berpose XD
Daaaan, sepertinya keranjang segede itu bakal cepet kesempitan! Mereka memang belum mulai makan, tapi di umur sebulan--IYA, MEREKA ULANG BULAN HARI INI!--udah segede itu, nenen dengan rakus, dan bermain dengan lincah!

SELAMAT ULANG BULAN! DAN MEREKA BELUM DIKASIH NAMA, DONG! XDD