Blognya si Ambu

Thursday, March 31, 2005

Met ultah!!!

Hari ini Daffa ulang tahun yang ke-5!! Hore!!
Tapi, *nglirik Arwen yang Jojinya masih nenen* tangan Daffa masih suka kelayapan cari nenen!!

Hehe…

**********

Aku suka sirik kalau baca forum Harry Potter yang ini, yang ini, atau yang ini. Entah forum-forum yang lain, tetapi ini yang sering aku kunjungi. Diskusinya mantep gitu. Argumen-argumen tentang siapa itu Half-blood Prince juga keren. Padahal yang didiskusikan kan cuma fiksi, bacaan anak-anak lagi. Tapi, … duh, keren banget.

Nggak seperti di milis. Apalagi akhir-akhir ini. Ke mana Boy, Val, Fendra, Illyria, trus Dheva? Kadang-kadang sih baru ada Prof. Hadi Patronussto, Arwen … Padahal kalau kita diskusi seru lho .. Nggak seperti belakangan ini, yang ada malahan surat-surat yang isinya ‘add gue di FS lho, email gue bla bla bla’. Padahal selagi kita nungguin HP&HBP kan masih banyak yang bisa didiskusikan.

Trus, juga pada forum HPI yang baru. Begitu dibuka, malah ada yang nanyain sistem Prefect, biar bisa jadi Prefect dia bakal nge-post sebanyak-banyaknya. Weks!!

Rindu...

Wednesday, March 30, 2005

Vampire

Vampire,
Dengan segala atributnya, mereka membawa kengerian bagi umat manusia

Tetapi,
Apakah vampire itu memang ada?
Matematika membuktikan: tidak.

Jika satu (orang) vampire harus menghisap darah manusia, dan manusia itu bisa dipastikan bakal jadi vampire juga, maka keesokan harinya akan ada 2 vampire. Malamnya, kedua vampire itu akan mencari manusia lain dan menghisap darahnya. Malam kedua akan ada 2 vampire dan 2 korbannya = 4 vampire.

Begini perhitungannya:
1. 1
2. 2
3. 4
4. 8
5. 16
6. 32
7. 64
8. 128
9. 256
10. 512
11. 1.024
12. 2.048
13. 4.096
14. 8.192
15. 16.384
16. 32.768
17. 65.536
18. 131.072
19. 262.144
20. 524.288
21. 1.048.576
22. 2.097.152
23. 4.194.304
24. 8.388.608
25. 16.777.216
26. 33.554.432
27. 67.108.864
28. 134.217.728
29. 268.435.456
30. 536.870.912
31. 1.073.741.824
32. 2.147.483.648
33. 4.294.967.296
34. 8.589.934.592

Maka pada malam ke-34, seluruh penghuni dunia sudah menjadi vampire!

Psst, perhitungan ini jangan disebarluaskan, ya! Jangan sampai ada vampire yang mendengarkan cerita ini.

*ambu menyeka darah yang tersisa di ujung bibir*

Tuesday, March 29, 2005

Digigit Nyamuk?

HIV/AIDS itu menular via darah atau cairan kelamin. Atau air susu ibu, katanya.

Nah, bagaimana kalau via nyamuk? Seperti Demam Berdarah, jadi si nyamuk menggigit ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) lalu di badannya terdapat darah dengan HIV/AIDS, lalu nyamuk itu menggigit orang lain dan menularkan HIV/AIDS. Bisa kan? Nah, apakah penularan seperti ini dimungkinkan?

Ataukah penularan via nyamuk itu hanya bisa kalau ada zat tertentu di badan nyamuk? Seperti Demam Berdarah (lagi) darah dari si penderita dihisap oleh nyamuk, lalu harus ada suatu zat yang menjaga agar kuman atau apapun dari penderita itu bisa ditularkan pada orang berikutnya yang digigit?

Kalau memang HIV tidak bisa ditularkan karena kuman HIV-nya tidak bisa bertahan lama dalam tubuh nyamuk, harusnya ada mekanisme dari tubuh nyamuk yang bisa kita tiru sehingga bisa menyembuhkan HIV itu.

Just an opinion…

Monday, March 28, 2005

Udah bisa bilang 'r'

Tgl 25 Maret lalu, lagi di mobil, trus lagi dengerin Daffa seru-seru nya cerita, baru keperhatikan. "Daf, cing nyarios deui jiga tadi," (Daf, coba ngomong lagi kaya tadi) kataku.

"Naon, mbu?'
"Jiga tadi,"
"Mimpi buruk, mimpi buruk..."

Hehe, ternyata dia sudah bisa bilang 'r'. Asyik...

***********

Ada buku baru.

Oase Jiwa: Truly, Deeply, Sincerely.

Coba, mirip judul filmnya siapa? Hehe.. *lirik Jo*

**********

Oya, link-nya forum HPI bentar lagi bakal pindah. Coba lihat ini: Forum Baru. Hayo, daftar ulang .. daftar ulang ..

Thursday, March 24, 2005

Hari ini adalah ..

Lain ujang, lain nyai
Lain layung, lain langit
Tapi seuneu ngabela-bela di langit
Kota urang dayeuh bandung keur dihuru
Duh, dibumihanguskeun
Ku saha kota dihuru?
Apan ku bapa sorangan
Anu iklas saba leuweung, tibatan dijajah deungeun
Teu suka!
Ulah ujang, ulah nyai
Ulah bingung bingung balik
Ayeuna teh pan urang can perlu balik
Kota urang dayeuh bandung ditinggalkeun
Emh. Rido teh teuing
Ku saha kota ditilar?
Da bongan direbut musuh
Anu rek ngajajah urang
Nu datang ti tanah sabrang
Walanda
Hayu ujang, hayu nyai
Hayu ngamuk maju jurit
Ayeuna teh pan urang keur perang jurit
Banda urang patekadan, duh .. jeung bambu runcing
Keur saha urang berjuang?
Apan keur poe isukan
Lamun hidep geus sawawa
Masing nyaho kecap bangga
Masing nyaho kecap bagja
Merdeka!
(Lain Layung Lain Langit – Mang Koko/Wahyu Wibisana)

24 Maret adalah Hari Bandung Lautan Api…

***********


Indonesia adalah negara ke-3 yang memiliki angka penderita Tuberkulosa. Negara yang terbesar adalah India dan Cina. Tapi itu adalah angka dari mereka yang melapor dan berobat. Diperkirakan sepertiga penduduk telah tertular Mycobacterium tuberculosis.

Penyebab penyakit ini karena tertular bakteri Mtb, yang merupakan bakteri berbentuk batang, lurus atau sedikit bengkok seperti kurva. Sebagian besar tubuh bakteri ini terdiri dari asam lemak (lipid) sehingga termasuk dalam Bakteri Tahan Asam (BTA).

Obat yang dipergunakan ialah kombinasi dari isoniazid, rifampisin, hidrazida isonikotinat (INH)-ethionamide, streptomycin, pyrazinamide, dan ethambotul. Obat ini murah, mudah didapat, tetapi harus dikonsumsi secara terus-menerus minimal 6 bulan. Kalau tidak, maka bakteri Mtb itu akan kebal, dan terpaksa minum obat yang lebih mahal dan lebih sulit didapat, juga secara terus-menerus. Sebagai gambaran, aku minum Rifampicin dan Pyrazinamide secara S-K-S (hehe, jadi inget masa kuliah. Bukan, bukan itu, sekarang artinya adalah Senin-Kamis-Sabtu) jumlahnya tidak lebih dari 20.000 rupiah. Itu obat yang aku minum. Kalau ada yang dari keluarga tidak mampu, bisa minta obat gratis dari Puskesmas. Sebagai gambaran, seorang janda yang berobat dari Pusat Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) diminta datang dua minggu sekali untuk mengambil obatnya dan kontrol. Kontrol gratis, obat gratis, dan malah dapat beras 10 kg dan uang 5.000. Dia hanya diminta minum obatnya secara terus menerus, tanpa putus.

TB nya sendiri sekarang sudah berkembang (mutan) sehingga mampu menyerang apa saja. Atau mungkin memang dari dulu juga sudah mutan, tapi baru diketahui sekarang. Sehingga sekarang dikenal TB Kulit, TB Tulang, dan yang paling parah adalah yang sepertiku, TB selaput otak. Yang bikin dokterku heran ialah, di paru-paru justru bersih. Logikanya, di paru-paru ada, lalu ada di selaput otak. Sebab yang masuk di selapu otak itu pasti sudah lama bersarang di tubuhku, setelah sekian lama dorman trus baru hidup dan masuk ke selaput otak. Masuk ke selaput otak itu susah, lho, kata dokterku.

Nah, 24 Maret ini adalah Hari Tuberkulosis se-Dunia …
O, ya, ini juga dapat dibaca di Pikiran Rakyat, Media Indonesia, dan Kompas

Wednesday, March 23, 2005

Cerita hari ini ..

Di Bandung saat ini ada 3 stasiun televisi (bukan telepisi, atau ti-pi, lho, hehe) lokal yang beroperasi. TVRI Jabar dan Banten, Bandung TV dan STV. Aku nggak tau pasti jadwal acaranya secara tetap. Tapi aku tahu bahwa TVRI Jabar dan Banten punya acara Berita dalam Basa Sunda tiap hari jam 14.00. Trus Bandung TV sekitar jam 18-18.30 –an juga punya acara yang kira-kira sama.

Tapi menyedihkan, soalnya acara di TVRI nggak penuh ½ jam kalau berita yang dibawakannya cuma sedikit. Trus, aku pernah liat acara yang di Bandung TV, pembaca beritanya baca dalam bahasa Sunda, trus mereka mewawancara orang-orang (umum) di sekitar peristiwa itu, eh si subyeknya malah ngomong bahasa Indonesia. Padahal orang biasa, umum –lah. Di Bandung lagi, kalau yang diwawancaranya itu orang di Medan gitu, jelas ga bisa bahasa Sunda.

Sedih ya?

**********

Beberapa hari yang lalu. Pas adzan maghrib. Suamiku lihat acara di TV, trus manggil aku, yg lagi wudlu. Ternyata ada Mustafa Bisri (bener? Kali aja salah lihat, hehe) yang bawain penutup adzan di … MetroTV kali, ya? Dia bilang gini: ‘Kalau seandainya Allah memanggil kita untuk open house saat ini, sudah siapkah anda?’

Sudah siap belum, ya?

**********

Di koran lokal Pikiran Rakyat, ada halaman khusus untuk iklan mini. Biasa-lah, di koran-koran lain juga pasti ada ya…Tiap hari Sabtu pasti penuh, berhalaman-halaman, terutama yang memasang iklan lowongan kerja, jual rumah, jual mobil, dan akhir-akhir ini: HaPe.

Tapi ada satu iklan yang nggak pernah lebih dari dua pemasangnya: buku. Seringnya malah iklan ini nggak ada pemasangnya. Kalau ada, pemasangnya itu-itu aja, salah satu toko yang mengiklankan potongan harga novel & buku impor, trus satu lagi yang mengiklankan ‘Di Bawah Bendera Revolusi’. Udah aja.

Toko buku independen seperti ZoeCorner, Ultimus, WaBuLe, dll, mestinya beriklan di sini dong, kan cuma 20rb/baris, hehe…

Tuesday, March 22, 2005

Dapet ... Daffa

Image hosted by Photobucket.com

Hehe, ... dapet gambar Daffa..
Culun banget ya? *bletags* anak sendiri ... hehe..

Nyobain...

Image hosted by Photobucket.com

Ini anak-anakku, Devina, Diva, dan Daffa. Gambar ini diambil bulan Juli 2004, jadi: Diva sekarang sudah pakai seragam SD bukan seragam TK lagi, dan Daffa sekarang rambutnya persis kaya Kopasus, hehe.. Dan Devina, hiks… sudah semakin centil… hehe..


Image hosted by Photobucket.com
Kalau yang ini, hehe,… Daffa lagi naik domba sebelum dipotong sama Oom Budi-nya pas Idul Adha kemarin…

Sebenarnya pengen muat gambar Daffa dengan rambut Kopasus-nya, entar ya, tustelnya lagi dipinjem sama adikku.


Anakku yang nomer 2, Diva, atau lebih sering dipanggil Ain, suka sekali menggambar. Yang sering digambarnya adalah Putri. Putri dan kebunnya. Putri dan istananya. Putri dan kucing. Hehe, pokoknya Putri dan macem-macem aja.

Tapi, Ain ini nggak suka nyisir! Rambutnya selalu kusut. Tiap-tiap ibuku atau ibu mertuaku pasti motong rambutnya, abis kesel ngeliat rambut panjang kusut. Kalau rambut pendek kan jarang disisir juga nggak apa-apa, begitu kata mereka. Aku bilangin sama Ain, katanya pengen jadi Putri, masa’ males nyisir? Hehe.. dia paling nyisir kalau abis mandi pagi mau ke sekolah aja, abis itu, weih… rambut udah kaya’ apa aja…

Thursday, March 17, 2005

Joji, Ayat-ayat Cinta, de el el

Tau nggak cerita Aragorn & Arwen? Arwen itu anaknya Elrond. Sedang Aragorn, karena ayahnya meninggal di usia muda, maka dia dipelihara oleh Elrond.

Sedang ini kebalik, Rifanka itu cewek, anak saudara perempuannya Arwen, eh … Poppy. Hehe. Sedang yang cowok, asli anaknya Poppy, namanya Joji, er…George Eldarion Syafrishah Thambris (sp). Begitu baca ceritanya, yang sering dikasih ASI juga sama Arwen, entah kenapa jadi inget cerita Aragorn-Arwen (asli! Bukan Haris-Poppy, hehe)


**********

Aku rada kesusahan bikin resensi “Ayat-ayat Cinta”. Nggak tau kenapa, aku begitu tersepona, … terpesona, hehe, pada kisah ini. Seperti aku ada di Mesir sungguhan. Seperti aku jadi Fahri. Padahal aku kan cewek…

Memang ada beberapa kesalahan ketik yang mungkin tak ter-edit. Seperti ‘Madame Nadia’ di bab 31. Kalau nggak salah itu menunjuk pada ‘Madame Nahed’, kenapa di bab 31 mendadak jadi Madame Nadia? Trus di hlm 391, kalau nggak salah itu kan Maria lagi bersaksi, kenapa ngomongnya ‘kira-kira pukul tiga lebih sepuluh menit Maria menelepon ke salah satu temannya…’ lho, yang lagi ngomong kan Maria? Apa bukan maksudnya ‘Noura’ bukan ‘Maria’?

Aku nggak merhatiin yang lain. Mudah-mudahan nggak ada yang lain. Soalnya sayang kalau buku sebagus ini editannya kurang merhatiin hal-hal seperti itu.

Trus di bab 12-15, Fahrinya kena meningitis… Duh, serasa riwayat kehidupanku berputar kembali… Pas baca Fahri mulai ngerasa senut-senut di kepalanya, trus memaksakan keluar padahal pusing banget, ke sana ke mari, kemudian akhirnya tumbang, rasanya riwayat penyakit ambu berulang. Cuma, bedanya Fahri kena Meningitis Meningokoccal, meningitis akibat virus. Meningitis ini bisa terjadi pada siapa saja, dan bisa sembuh karena kekuatan tubuh sendiri, karena stamina dan daya tahan yang bagus. Kalau ambu, kena Meningitis Bakterium…

Trus, akhirnya aku tahu artinya ‘Lc’! Biasanya aku suka liat ustad-ustad pakai singkatan itu di ujung namanya. Waktu itu secara berseloroh aku pikir ‘Lc’ itu singkatan ‘Lulusan Cairo’. *bletags* Hehe.. Ternyata ‘Licence’, sebuah gelar yang mungkin setara dengan S1. Atau sarjana muda?

Yah, aku coba bikin deh resensinya …

**********

Waktu aku lagi browsing *ciee* katalog buku di toko buku Ultimus, aku nemu ini:

Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas
VS Naipaul
Penerbit Jalasutra
75.000 diskon 49% jadi 38.000

dan

Sepetak Rumah untuk Tuan Biswas
VS Naipaul
Penerbit Pendulum
57.000 diskon 19% jadi 46.000

Kok bisa ya? Aku juga pernah liat hal yang seperti ini pada buku-buku lain. Bukannya hak menerjemahkan ada pada satu penerbit? Apa boleh seperti ini? Siapa yang dapet copyright-nya? Atau nggak usah pakai copyright? Kan kalau jadi seperti ini, mulailah perang harga, diskon aja sampai setengahnya gitu. Nggak tau sih siapa yang nerjemahin, kalau aku mungkin lebih memilih yang terjemahannya enak biarpun harganya lebih mahal …

**********

Kalau nggak salah. Kalau nggak salah, aku pertama baca karya dari penulis Jepang itu Totto-Chan, trus … eh, nggak deng. Pertama baca Musashi, waktu masih cerita bersambung di Kompas. Trus kemarin-kemarin baca Kappa-nya Ryunosuke Akutagawa, juga Keindahan dan Kesedihan-nya Yasunari Kawabata. Eits, tunggu dulu, waktu kecil aku sering didongengin ‘Momotaro’ itu dongeng Jepang kan ya?

Sekarang aku pengen baca lagi karya-karya penulis Jepang. Atau Korea. Atau Cina. Tapi bukan cerita komik atau cerita silat. Bukan, bukan maksudku merendahkan, aku juga suka The Condor Heroes sama The Return of Condor Heroes. Tapi, aku lagi pengen liat karya-karya tulisan mereka, seperti apa sih?

Wednesday, March 16, 2005

Sayembara Novel/Artikel GIP

Lomba Penulisan Novel (Fiksi) danArtikel (Non Fiksi) Wanita Keluarga-GIP

Syarat Lomba
1. Lomba terbuka untuk umum kecuali karyawan dalam lingkungan kelompok Penerbit Gema Insani Press
2. Peserta adalah WNI (dibuktikan dengan melampirkanfoto copy KTP/Kartu Pelajar/kartu identitas lainnya).
3. Sertakan biodata singkat.
4. Naskah diketik dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menggunakan ejaan yang disempurnakan.
5. Naskah harus asli bukan terjemahan, saduran atau mengambil ide dari karya yang sudah ada.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan atau dalam proses publikasi di media/sayembara manapun.
7. Naskah berupa print out/ketikan dimasukkan ke dalam amplop. Di sudut kiri atas di tulis LN(Novel) atau LA (Artikel) dikirim ke GIP dengan alamat

Jln. KalibataUtara II No. 84
Jakarta, 12740

atau

Jl. Ir. H. Juanda,
Depok 16418

selambat-lambatnya 31 Juli 2005 (cap pos)
8. Para pemenang akan diumumkan pada tanggal 7 Oktober2005.
9. Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media manapun ada pada GIP selama 3 tahun. Dan selanjutnya dengan mekanisme royalty.
10. Naskah yang tidak menang namun layak untukditerbitkan akan mendapatkan royalty.
11. Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
12. Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Ketentuan Teknis
1. Naskah diketik di atas kertas folio dengan jarak 1,5 spasi
2. Ukuran font 12
3. Panjang naskah 150-200 halaman untuk Novel dan 10-15 halaman untuk Artikel. Masing-masing dikirim sebanyak 3 rangkap.
4. Tema untuk Novel bebas sesuai dengan segmen wanita- keluarga dan tidak melanggar syariat Islam. Sedangkan untuk penulisan Artikel terdiri dari :
a. Pengembangan Diri Muslimah
b. Pengasuhan dan Pendidikan Anak secara Islami
c. Kesehatan Reproduksi Muslimah
d. Tatalaksana Rumah Tangga Islami

Hadiah Lomba

Hadiah Lomba Penulisan Novel (Fiksi) dengan rincian :
ƒ{ Pemenang I Rp. 6.000.000,- + sertifikat
ƒ{ Pemenang II Rp. 4.000.000,- + sertifikat
ƒ{ Pemenang III Rp. 3.000.000,- + sertifikat
ƒ{ 3 Pemenang Harapan @Rp. 1.500.000,- + @ sertifikat

Hadiah Lomba Penulisan Artikel (Non Fiksi) dengan rincian :
ƒ{ Pemenang I Rp. 1.500.000,- + sertifikat
ƒ{ Pemenang II Rp. 1.000.000,- + sertifikat
ƒ{ Pemenang III Rp. 700.000,- + sertifikat
ƒ{ 3 Pemenang Harapan @Rp 500.000,- + @ sertifikat

Hack dan Ayat-ayat Cinta

Kalau ngeliat http://www.harrypotterindonesia.com/interaktif/board sekarang-sekarang ini, judulnya berubah:

Hacked by Dum.MY
Oo.Yea From Malaysia With Love

Kira-kira begitulah. Memang, kalau sama situs keren dan beken, banyak yang nyirikin, hehe..


*********

Tadi pagi baru selesai baca “Ayat-ayat Cinta” Habiburrahman El Shirazy. Abis baca … speechless..

Bener-bener speechless.

Kalau novel religi, yang biasanya tidak aku suka, tokoh-tokoh dan situasinya keliatan dibuat-buat. Si tokoh protagonisnya keliatan banget ‘super’-nya. Everything is perfect. Trus berhadapan dengan tokoh antagonis yang nyebelin banget. Trus nanti tokoh protagonisnya menang. Dengan berbagai kebetulan, dengan situasi-situasi yang dibuat-buat.

Tapi, ini beda. Begitu baca, kesannya kerasa banget panasnya Mesir yang 42°. Segernya minum ashir (jus) mangga yang sudah disimpan berhari-hari di kulkas. Dan nggak kerasa lembar-demi-lembar aku lalap.

Bener-bener novel religi yang patut direkomendasikan. Nanti aku bikin resensinya. Meski ... nggak janji, lho. Hehe.. susah kali nge-resensinya juga…

Monday, March 14, 2005

Lomba Cerpen

LOMBA MENULIS CERPEN ISLAMI (LMCPI) VII MAJALAH ANNIDA

Persyaratan Umum:
1. Lomba terbuka bagi siapa saja, kecuali keluarga besar PT Kimus BinaTadzkia.
2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan ejaanyang disempurnakan.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau mengambil ide darikarya orang lain.
4. Tema cerpen bebas tapi tetap disesuaikan dengan misi dan visi majalahAnnida.
5. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media manapun dan dan tidaksedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
6. Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah.
7. Redaksi majalah Annida berhak mengganti judul dan menyunting isi.
8. Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku, media elektronik ataupun media lainnya ada pada majalah Annida.
9. Naskah yang tidak menang tapi layak muat, akan dimuat di majalah Annidadan mendapat honor yang sesuai.
10. Keputusan juri mengikat dan tidak dapat diganggu gugat serta tidak diadakansurat menyurat.

Persyaratan Khusus:
1. Naskah diketik dua spasi di atas kertas kwarto.
2. Panjang naskah 6-10 halaman.
3. Naskah dikirim rangkap tiga dan dilampirkan identitas diri yang jelas(foto kopi KTP, SIM, paspor, dsb)
4. Peserta tidak diperkenankan menulis nama atau identitas diri pada naskahcerpen yang dikirimkan. (Identitas ditulis terpisah, lihat poin 3)
5. Pada amplop kiri atas disertakan kupon LMCPI VII yang terdapat dalam majalah Annida mulai edisi No.10/XIV - 01 Maret 2005
6. Naskah diterima redaksi paling lambat tanggal 1 Juli 2005.
7. Naskah dikirim kepada Panitia LMCPI VII Annida:
Jl. Mede No. 42 Utan Kayu,
Jakarta Timur 13120.

Hadiah:
· Pemenang I akan mendapat hadiah uang tunai Rp1.250.000,-
· Pemenang II akan mendapat hadiah uang tunai Rp1.000.000,-
· Pemenang III akan mendapat hadiah uang tunai Rp750.000,-
· 5 hadiah hiburan bagi 5 peserta @ Rp400.000,

-Dewan Juri :
Juri LMCPI VII terdiri dari Sastrawan Indonesia dan Redaktur majalah Annida.
(mau di-post lupa-lagi-lupa-lagi, untung ada yang ngingetin..)

Saturday, March 12, 2005

Macem-macem

(Ini ditulis kemaren sore..) Hari ini hari Jumat. Gimana yang di Bali? Maksudku, gimana kaum Muslim di sana Jumatan-nya?
Hehe, sebenarnya kebalik, ya, gimana kaum Hindu di kota-kota lain merayakannya, mereka kan nggak bisa nyuruh orang lain diem-diem di rumah …

**********

Indonesia-Malaysia rame. Setelah hiruk-pikuk soal TKI, sekarang soal pulau Ambalat. Jadi pengen ketawa.

“Ganyang Malaysia!” kata orang-orang. Apa mereka tahu apa persoalannya? Apakah yang mendaftar jadi sukarelawan itu benar-benar sukarelawan atau mereka yang tidak punya pekerjaan?

Ganyang Malaysia di masa dulu mungkin ‘bergigi’. Kita adalah negara terkuat di negara-negara ASEAN. Coba sekarang? Malaysia mungkin ketawa aja melihat show off kita di sana. 4 pesawat F-16 berjajar di sana, buat apa? Spare part nya juga pada ngilang! Lebih bagusan F-16 nya Malaysia. Blum kapal-kapal, pesawat-pesawat lain .. Masih bagus Malaysia nggak langsung nyerang kita. Kali mereka justru yang show off, ya?

Baca coba di sini http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/10/0802.htm He-eh, sebenarnya kita ini berapa pulau? 13.270? Atau cuma tinggal pulau-pulau besar?

Trus, waktu SBY nginspeksi ke sana. Dia masuk kan ke kapal, KRI apa lupa lagi .. Rencong mungkin .. Ternyata sebelumnya ada kapal Malaysia melanggar perbatasan. Padahal KRI itu lagi mau berlayar nginspeksi lautan. Untung, dengan kata-kata aja, kapal Malaysia itu balik lagi. Padahal di KRI kita, ada SBY. Coba kalau kapal perang Malaysia itu keukeuh, pasti rame … Perang di saat salah satu KRI nya ada presiden.

Inget peperangan di jaman dulu, raja pasti turun tangan. Bukan prajurit aja yang diadu .. hihi…


***********

Saat aku baru dalam penyembuhan, aku suka mikir. Apa suamiku masih sayang? Apa dia tidak merasa keberatan? Dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Tapi beberapa hari kemarin, pertanyaanku mendapat jawaban. Believe or Not Ripley’s menayangkan seseorang yang, bayangkan boneka Barbia yang dicopot kakinya. Dari lahir udah kaya begitu. Tapi bagusnya, orangtuanya tidak malu dan menyembunyikannya. Malah nyuruh dia kerja, persis seperti anak lain. Ternyata dia dapet suami, cowoknya cakep! Dan sayang banget sama dia. Kekhawatirannya pas saat hamil, karena paru-parunya takut terdesak. Ternyata nggak apa-apa, dan dia bisa melahirkan dengan selamat. Sekarang anaknya udah setahun, dan tingginya sama dengan dia (dia kalau kerja pakai skate board). Anaknya cakep banget … normal se-normalnya. Cuma kalau dia gendong dari suatu tempat, misalnya dari bathtub, dari kasur bayi, dia perlu pertolongan.

Jadi, laki-laki tidak selalu memerlukan perempuan yang cantik, putih, seksi, dan lain-lain, dan lain-lain …

Thursday, March 10, 2005

Hari-hari

Mau ngucapin selamat:

21 Februari itu Hari Bahasa Ibu Sedunia, yang jelas ini udah kelewat...
3 atau 4 ya? Maret, Hari Buku Sedunia .. kelewat .. kelewat ..
8 Maret, Hari Wanita Sedunia .. hiks ..

Pantesan ya, buat kita masih sering kelewat, tau juga enggak .. merhatiin juga enggak ..

Jangan lupa, 22 Maret, Hari Air Sedunia ..

*******

Aku beli dari toko yang pakai delivery online, "Keindahan dan Kesedihan (Utsukushisa to Kanashimi to)", Yasunari Kawabata. Buat Parker, dia yang nulis "The Master of Go" (1972), mirip dengan yang pernah kamu bikin FF-nya di HPI ... Aku baca riwayat hidupnya .. kenapa berakhir dengan bunuh diri juga? Penulis Jepang rata-rata pada bunuh diri ya?

********

Pernah liat Joe Millionaire (spell)? Sekarang ada Joe Millionaire Indonesia, di RCTI, tgl 18 Maret tayangan perdananya. Konon di-syut di Bali. Weleh .. weleh .. semakin rusaklah kaum muda Indonesia ...

Tuesday, March 08, 2005

Hadiah Rancage

Ambu lama nggak nge-post ya?

**********



Hadiah Rancagé. Hadiah ini diberikan pada sastrawan yang menulis dalam bahasa daerah, khususnya dalam Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dan Bahasa Bali. Dengan tahun ini hadiah ini telah diberikan secara berturut-turut sebanyak 17 kali (bahasa Sunda), 12 kali (bahasa Jawa) dan 8 kali (bahasa Bali).

Bersamaan dengan hadiah Rancagé, juga diberikan Hadiah Samsudi. Yaitu penghargaan bagi buku bacaan anak-anak berbahasa Sunda. Tetapi sayang sekali, untuk tahun 2005 ini, penghargaan Samsudi tidak dapat diberikan karena selama tahun 2004 tidak ada buku anak berbahasa Sunda yang diterbitkan.

Saya baru ‘ngeh. Jadi, selama setahun ini, tidak ada buku bacaan anak berbahasa Sunda yang terbit? Apa susahnya sih? Kita kan berbahasa Sunda sehari-hari? (PS: Saya dan suami saya membiasakan ketiga anak saya berbahasa Sunda di rumah)

Ternyata, pertama, menulis bacaan untuk anak-anak itu memang sulit. Saya kok bisa-bisanya sih bilang ‘apa susahnya’. Padahal saya sendiri nggak bisa nulis dalam bahasa Sunda *melirik pada teh Pipiet Senja*

Kedua, sekarang anak-anak dari keluarga Sunda (artinya yang kedua orangtuanya dari Sunda, lahir di Sunda, tinggal di Sunda) sudah menganggap rendah pada bahasa Sunda. Mereka berbahasa Indonesia, lebih suka berbahasa Inggris daripada bahasa Sunda. Anak saya yang berbahasa Sunda juga nilai raportnya lebih bagus bahasa Inggris daripada bahasa Sunda. (PS: anak sekarang dari kelas I SD sudah punya 4 bahasa: Sunda, Indonesia, Inggris, dan Arab!!). Jadi, ketiadaan buku berbahasa Sunda tidak dianggap suatu ‘kehilangan’

Jadi, berbahagialah mereka yang ‘tidak punya suku bangsa’ alias sudah campur-campur. Karena mereka tidak punya kewajiban memelihara bahasa Ibu-nya, hiks .. hiks ..

Ambu Dian
Ambu-nya Devina, Diva, Daffa